Being There, Fieldwork in Anthropology

(imagesource:www.ebookee.com)

Judul : Being There, Fieldwork in Anthropology
Penulis : C.W. Watson (ed.)
Penerbit : Pluto Press
Tahun terbit : 1999
Jumlah Halaman : 169

Review :

merupakan kumpulan essay tentang penelitian lapangan yang dilakukan oleh seorang antropolog. berbagai aspek dalam kerja lapangan serta hal-hal yang ditemui. keberadaan posisi seorang antropolog serta isu-isu lainnya.

setiap chapter ditulis sesuai dengan tempat dimana si peneliti pernah melakukan penelitian. sehingga sangat empiris. mulai dari Cris Shore di Italia, Katy Gardner di Sylhet Bangladesh, Andrew Beatty di Nias Indonesia, serta C.W. Watson sendiri di Kerinci, Indonesia.

buku ini, menarik sebagai refrensi tentang kerja lapangan seorang antropolog berikut permasalahan di dalamnya.

download versi PDFnya disini

The Anthropology of Names and Naming

(imagesource: http://www.cambridge.org)

Judul : The Anthropology of Names and Naming
Penulis : Barbara Bodenhorn and Gabriele vom Bruck (eds.)
Penerbit : Cambridge University Press
Tahun terbit : 2006
Jumlah Halaman : 290

Review :
Buku ini tentang nama-nama personal, yang merupakan ketertarikan para spesialis. lebih dari satu juta orang telah dicatat oleh website American Name Society sejak tahun 1996, sebagai contoh. beberapa filosof dan ahli linguist berpendapat bahwa nama hanyalah label, tetapi orang tua secara internasional berusaha mendapatkan nama untuk anaknya nama yang benar. Nama personal mungkin bisa terberikan, hilang, diperdagangkan, tercuri dan dibatalkan. koleksi essay dalam buku ini menyediakn komparasi etnografi yang menghubungkan dengan apa yang kita sebut politik penamaan; keberadaan nama bisa jadi seperti properti; dan kekuatan nama mereka sendiri, untuk meperbaiki identitas personal. tujuan buku ini bukan hanya memperbaharui perhatian secara antropologis pada nama dan penamaan, tetapi untuk menunjukkan bagaimana masalah penaman ini berhubungan dengan isu terkini dalam proses politik, hubungan antara tubuh dan identitas personal, ritual dan kehidupan sosial sehari-hari

Gabriele vom Bruck saat ini menjadi dosen di Department of Social Anthropology
di School of Oriental and African Studies, University of London. ia baru saja menyelesaikan penelitiannya di Republik Yaman.

Barbara Bodenhorn adalah Dosen Antropologi SOsial dan Fellow di Pembroke College pada University of Cambridge. ia bekerja dengan I˜nupiat di Alaska Utara sejak 1980, menerbitkan tentang kekerabatan, hubungan ekonomi, gender, dan sistem pengetahuan. penelitiannya saat ini berfokus pada bahasa-bahasa resiko dan institusionalisasi proses pembuatan keputusan di Mexico sebagai orang kutub.

download versi PDFnya disini

Ethnocriticism, Ethnography History Literature

(image source: http://www.content.cdlib.org)

Judul : Ethnocriticism, Ethnography History Literature
Penulis : Arnold Krupat
Penerbit : University of California Press
Tahun terbit : 1992
Jumlah Halaman : 273

Review :

buku ini tentang etnografi serta kritiknya. terdiri dari 5 chapter. masing-masing chapter mengetengahkan berbagai sudut pandang tentang etnografi. mulai dari segi sejarah, perkembangan serta kritik.

buku ini bisa menjadi salah satu bahan bacaan untuk para peminat etnografi sebagai sebuah metode dalam penelitian sosial.

download versi PDFnya disini

Reformation and the Culture of Persuasion

reformation and the culture of persuasion

(image source: http://www.cambridge.org)

Judul : Reformation and the Culture of Persuasion
Penulis : Andrew Pettegree
Penerbit : Cambridge University Press
Tahun terbit :
Jumlah Halaman : 237

Review :

kenapa masyarakat memilih reformasi? hal apakah dalam pengajaran nasrani yang menarik serta menggerakan mereka? Andrew Pettegree menyelesaikan pertanyaan itu secara langsung dengan menguji alasan yang menggerakkan jutaan orang untuk memutuskan meninjau ulang hubungan dengan nasrani di masa lalu. Andrew Pettegree mengurutkan perpisahan dengan keluarga, teman, dan rekan kerja merupakan hal yang dianjurkan kepada penganut iman baru cenderung diharuskan, dan solidaritas baru terlihat dalam posisi mereka. Andrew Pettegree juga mengeksplor media yang berbeda yang memperbincangkan pesan reformasi yang dikomunikasikan (peran dalam drama, sermon, lagu dan buku) dan berargumentasi bahwa potensi ajaran hanya bisa dipahami jika berlangsung secara harmonis dengan banyak model tradisional komunikasi. pencariannya mengajukan sebuah jawaban baru persuasif terhadap kritik bagaimana reformasi bisa sukses sebagai sebuah gerakan massa pada seabad sebelum literasi massal.

Andrew Pettegree merupakan profesor dalam Sejarah Modern dan direktur pendiri dari Reformation Studies Institute di Universitas St Andrews. Ia merupakan pengarang sejumlah studi tentang reformasi Eropa. eropa di abad ke-16, dan sejarah buku cetakan.

download versi PDFnya disini

Ramadan in Java, The Joy and Jihad of Ritual Fasting

(image source: http://www.dalang.se)

Judul : Ramadan in Java, The Joy and Jihad of Ritual Fasting
Penulis : Andre Moller
Penerbit : Department of History and Anthropology of Religions Lund University
Tahun terbit : 2005
Jumlah Halaman : 451

Review :

Dalam karya Ramadan in Java: The Joy and Jihad of Ritual Fasting,
bulan Ramadhan dengan ritus-ritusnya di Jawa merupakan fokus utama.

Disertasi ini berdasarkan keberadaan penulis di Jawa selama tiga tahun. Terutama
keadaan di kota Yogyakarta dan Blora, Jawa Tengah, yang diperhatikan,
akan tetapi gagasan-gagasan dan praktek-praktek yang dapat ditemukan di
seluruh Indonesia juga diberi ruangan. Maka, dikatakan dalam karya ini bahwa
sejarah Islam di Jawa bisa dideskripsikan sebagai sebuah gerakan pelan-pelan
(namun semakin cepat) menuju Islam ortodoks (atau, lebih tepatnya,
ortopraks). Dikatakan pula bahwa “kebangkitan Islam” yang memberi warna
kepada dan terkadang mendominasi dunia Islam sejak akhir 1970-an,
berperan secara penting dalam pendekatan ini.

Lebih lanjut lagi, Islam di Jawa masa kini digambarkan sebagai didominasi oleh orang modernis (Muhammadiyah) dan tradisionalis (Nahdlatul Ulama), dan bahwasanya
terdapat sebuah “kerudung Sufi” di atas ini segalanya (terutama atas para
orang tradisionalis). Gagasan-gagasan yang menyatakan bahwa Islam radikal
dan Islam liberal memiliki peranan sangat penting dan sangat berpengaruh di
Indonesia kontemporer, seperti seringkali dinyatakan oleh berbagai peneliti
dan wartawan akhir-akhir ini, ditolak dengan tegas. Baik Islam radikal
maupun Islam liberal
diberi ruangan di media masa yang tidak
mencerminkan pengaruhnya, dan merupakan kekeliruan untuk berfikir bahwa
pengaruh mereka sebesar suara-suara mereka di media masa. Tidaklah
begitu. Sebaliknya, ruang gerak mereka sepertinya cukup terbatasi, dan di
luar kota-kota besar, fenomena Islam radikal dan Islam liberal jarang
diperhatikan secara serius
. Di dalam kota kecil seperti Blora, kelompok
seperti itu cukup dimarginalisir di dalam masyarakat, meski di sana pun
(tentunya) gagasan radikal maupun liberal dapat ditemukan.

Dua tema yang timbul berulang kali dalam karya ini ialah bahwa
berpuasa selama bulan Ramadhan merupakan kegembiraan tersendiri, dan
bahwa puasa selama bulan ini merupakan jihad al-akbar. Tema pertama ini
bertolak belakang dengan pendapat umum yang dipegang orang non-Islam,
yaitu bahwa puasa selama sebulan penuh hanya merupakan kesengsaraan
berkelanjutan yang tak dapat dihindari umat Islam. Pendapat serupa tidak
didukung keadaan nyata di Indonesia, di mana bulan puasa ditunggu setiap
tahun dan diterima secara hangat ketika sudah sampai. Maka, sub-judul karya ini, yaitu The Joy and Jihad of Ritual Fasting, menolak dua pra-anggapan yang biasa dipegang
oleh orang-orang non-Islam, yakni bahwa puasa tahunan Ramadhan tidak
lain selain kesengsaraan,
dan bahwa jihad pertama-tama berhubungan dengan
perjuangan melawan nafsu sendiri, dan hanya setelah itu dengan peperangan
fisik. Masalah terakhir ini juga menyangkut sebuah tema lain di karya ini,
yaitu yang mengatakan bahwa Islam harus bisa dan harus boleh dipelajari
sebagai agama di masa kini ketika Islam telah direduksi ke sebuah potensi
politis yang tidak dapat dipercaya, menurut khalayak umum.

download versi pdfnya disini

National Identity and Global Sports Events

(image source: http://www.idrottsforum.org)

Judul : National Identity and Global Sports Events
Penulis : Alan Tomlinson and Christopher Young (ed.)
Penerbit : State University of New York Press, Albany
Tahun terbit : 2006
Jumlah Halaman : 224 halaman

Review :

buku ini mengenai dimensi sosial politik dalam setiap event olahraga internasional. dimana pembahasan lebih difokuskan pada identitas nasional serta aspek politis, sosial dan budaya dari sebuah event olahraga internasional. mulai dari piala dunia serpakbola tahun 1934 hingga piala dunia di Jepang-Korea tahun 2002.

buku ini terdiri dari 13 chapter. dimana pada chapter pertama mencoba mengambarkan bagaimana budaya, politik dalam event olahraga internasional di tinjau dari sudut etnografi, khususnya etnografi sebuah event olimpiade.

selanjutnya, chapter-chapter dalam buku ini lebih menunjuk pada study kasus pada beberapa event olahraga internasional. mulai dari Olimpiade, piala dunia sepakbola dll. sebuah kajian yang menarik dan enak untuk dibaca.

download versi PDFnya disini

After the Bell – Family Background, Public Policy, and Educational Success

(imagesource: amazon.com)

Judul : After the Bell – Family Background, Public Policy, and Educational Success
Penulis : Dalton Conley and Karen Albright (ed.)
Penerbit : Routledge
Tahun terbit : 2004
Jumlah Halaman : 334 halaman

Review :

Dalam beberapa tahun sejak publikasi “Coleman Report” yang kontroversial di USA, sebuah konsensus telah berkembang diantar para ahli bahwa pengaruh dari berbagai dimensi latar belakang (keluarga, komunitas, genotipe) memiliki pengaruh yang kuat dalam pencapaian pendidikan lebih dari kebijakan sekolah yang spesifik. Sebelumnya, dalam 4 dekade sejak laporan coleman muncul, politik dan kebijakan pendidikan terus menerus memfokusan kekhusuan dalam sekolah. bahwa sekolah memiliki peran penting dalam pendidikan tanpa perlu dipertanyakan, tetapi buku ini menunjukkan beberapa cara krusial dari faktor-faktor non-sekolah, antara mengenai:
– dampak dari bapak pada kesuksesan pendidikan
– latar belakang sosial ekonomi dan pendidikan ketika masa kanak-kanak
– hubungan sekolah dan komunitas

tulisan dalam buku ini merupakan kontribusi dari beberapa figur seperti Jere Behrman, Jeanne Brooks-Gunn, Doris Entwisle, dan Richard Arum. buku ini memiliki kontribusi yang penting untuk diperdebatkan dalam pelaksanaan antara para ahli dalam ilmu sosial dan pembuatan keputusan. buku ini merupakan bacaan yang diperlukan oleh mahasiswa dan akademisi dalam bidang sosiologi, ekonomi dan pendidikan dan para pembuat kebijakan pendidikan.

Dalton Conley adalah direktur dari Center for Advanced Social Science
Research, profesor sosiologi dan kebijakan publik di universitas New York. dan peneliti di biro nasional penelitian pendidikan. Karen Albright merupakan kandidat Ph.D. dan dosen sosiologi di universitas New York.

download disini

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.